Cara Keren Mengapresiasi Buku

Daftar Isi [Tampil]
    Untuk menghasilkan satu buah buku yang bisa dibaca, bukanlah hal instan yang selesai dalam semalam. Ada proses panjang di balik itu semua. Dari menemukan ide menarik, mencari informasi dan sumber data pendukung alias riset, melakukan penulisan, hingga self-editing. 

    Belum lagi saat berada di ruang penerbit. Ada proses lain yang tidak kalah panjang di sana. Hingga buku-buku itu akhirnya terbit, ada di toko buku, dibeli dan akhirnya dibaca.

    Buku bagus

    Rasanya apresiasi untuk semua proses ini wajib dilakukan. Menulis buku bukan perkara mudah. Menjual buku juga tidak gampang. Jadi, untuk menunjukkan rasa cinta kamu pada buku, kamu bisa mencoba beberapa cara keren mengapresiasi buku berikut ini.

    Cara Keren Mengapresiasi Buku 

    Merawat Buku

    Hal pertama dan wajib untuk dilakukan adalah merawat buku itu sendiri. Baik dengan meletakkannya di rak yang sesuai, memberikan sampul pada buku hingga membersihkannya secara teratur. Sayang banget kan, kalau sampai buku enggak dirawat.

    Apalagi kalau buku yang kamu baca adalah buku pinjaman. Maka kamu punya tanggung jawab besar untuk menjaganya dan memastikan buku itu dalam keadaan sama baiknya, saat kamu meminjam dengan saat kamu mengembalikannya nanti.

    Memajang Koleksi Buku

    Selain merawatkan, cara lain untuk menunjukkan rasa cintamu pada buku dengan memajang koleksi bukumu. Kamu bisa meletakkannya di rak buku favoritmu, di meja belajar atau bahkan rak kaca khusus pajangan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar buku bisa jadi pajangan yang menarik. Kamu bisa menatanya sesuai warna sampulnya ataupun menambahkan aksesoris lainnya. Pokoknya, kamu bisa berkreasi apapun dengan buku.

    Mungkin memajang buku kelihatannya sepele. Tapi, percayalah, buku yang ditata dengan cantik bisa jadi daya tarik tersendiri.

    Rekomendasikan Buku pada Orang Lain

    Selain merawatnya, cara yang bisa kamu lakukan untuk mengapresiasi buku adalah dengan menyebarkannya. Kamu bisa merekomendasikan buku yang sudah kamu baca pada orang lain secara langsung, ataupun memostingnya di media sosial. Ini mah bookstagram dong ya. 

    Baca bersama

    Eits, bagian yang paling seru sih, kalau kamu juga mau meminjamkan bukumu pada orang lain. Intinya sih, apa yang sudah kamu baca, kamu bagikan juga pada orang lain. Jadi, bukan kamu aja yang tahu isi buku yang barusan kamu baca. Apalagi kalau ada banyak quote-quote menarik yang bisa dibagikan. Yakin deh, orang akan senang hati dan makin tertarik dengan buku yang kamu rekomendasikan.

    Buat Review atau Ulasan Isi Buku

    Cara lain yang bisa dilakukan untuk menunjukkan rasa cintamu pada buku adalah membuat review buku. Kamu bisa menceritakan sedikit ‘spoiler’ isi buku, kelebihan, kekurangan, serta curhatan lainnya yang dituangkan dalam tulisan atau ulasan menarik. Ternyata ini salah satu bentuk apresiasi terhadap buku maupun penulisnya lho. 

    Penulis akan sangat senang saat bukunya diulas atau bahkan diobrolkan oleh pembacanya. Mereka senang, karena ada timbal balik dari tulisan yang mereka buat.

    Membuat ulasan buku bisa menjadikan si pengulas lebih paham dan mengerti isi buku. Selain itu, cara membuat ulasan buku ini juga bisa menarik perhatian orang lain. Mereka akan tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang buku itu. Asyik kan?

    Beli Buku Asli, Sebisa Mungkin Hindari Buku Bajakan

    Nah kalau yang ini sih wajib ya. Tidak semua superhero mengenakan topeng dan jubah. Tapi kamu bisa jadi salah satu superhero ini dengan membeli buku aslinya. Selain bisa membantu menyebarkan buku, dengan membeli buku asli juga berarti menghargai si penulisnya. Karena dengan buku asli-lah, baru si penulis mendapatkan royalti atas bukunya.

    Dengan cara ini, kamu secara enggak langsung sudah jadi pahlawan untuk banyak orang. Kamu sudah membantu orang-orang yang terlibat dalam perbukuan agar dapur mereka tetap ngebul. Dan yang jelas, kamu juga bisa selalu mengingatkan serta mengajak orang lain untuk membeli buku asli, bukan bajakan.

    Anak menulis

    Penutup

    Itu tadi beberapa Cara Keren Mengapresiasi Buku yang bisa kamu praktikkan dengan mudah. Kalau kamu punya ide atau cara lain yang biasa kamu lakukan untuk mengapresiasi buku, bisa juga komen di bawah ya. Sampai jumpa di tulisan lainnya. Selamat membaca.

    24 komentar:

       
    1. membuat perpustakaan atau persewaan buku gratis untuk buku-buku lama yang tidak terpakai juga bisa jadi solusi. terutama buku cerita anak-anak. cocok untuk selingan aktifitas anak agar tidak ketergantungan gadget.

      BalasHapus
      Balasan
      1. wah ide keren ini. butuh orang yang serius mengurusnya ini

        Hapus
    2. setuju banget kak! dengan membeli buku asli, kita akan lebih menghargai sang penulis :D

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iyap, meski cuma satu buku, menghindari bajakan sangat berarti buat orang banyak 🤭

        Hapus
    3. Wah betul mb. Penting sekali merawat buku. Kalaupun toh akhirnya buku itu akan dihibahkan ke orang lain, alangkah senang rasanya yang menerima jika buku hibahan itu dalam kondisi terawat.

      BalasHapus
      Balasan
      1. iyap, minimal terawat lah ya. jadi mau dibaca lagi atau dihibahkan juga masih pantes

        Hapus
    4. Saat ini aku baru bisa membeli buku asli dan memajangnya. Tidak untuk di pinjam krn yang udah2 sekalinya di pinjam gak balik huehehehehe

      BalasHapus
      Balasan
      1. habis dipajang, terus nyicil dibaca. ups, kalau numpang baca juga boleh kan ya

        Hapus
    5. Point terakhir setuju pake banget karena ternyata masih banyak diluaran sana yg melakukan pembajakan buku, mulai dari buku2 yg dibuat copyannya untuk dijual, ada juga yang diubah bentuknya k dalam pdf (bukan e-book).
      Oh iya kalau misal baca buku di toko bukunya dengan sengaja merobek plastik kemasan buku baru, itu termasuk bentuk tidak apresiasi bukan ya? 😆

      BalasHapus
      Balasan
      1. biasanya sih memang ada yg sengaja udah dibuka sama tokonya kan? jadi calon pembeli bisa nyicip dulu isi bukunya. tapi kalau yg sengaja buka segel ya ... hahahahaha, kalau enggak jadi beli, kasian pegawai tokonya

        Hapus
    6. Saya "penyayang" buku banget sih mbak, kadang saking sayangnya jadi suka deg-degan kalau mau minjemin ke orang lain. Karena gak suka kalau bukunya dilipat dsb. Dan poin terakhir itu saya setuju banget sih, sebisa mungkin hindari membeli buku bajakan, supaya bisa mengapresiasi jerih payah penulisnya juga

      BalasHapus
      Balasan
      1. rasanya jadi kayak berdosa banget ya, kalau enggak bisa jagain buku, heheheh

        Hapus
    7. Betul-betul mbak aku suka sekali dengan point" yang mbak tulis.. terutama untuk meminjamkan dan menulis reviewnya di blogku biar semakin banyak orang tertarik untuk membaca bukunya.. Seneng banget rasanya kalau bisa membuat orang jadi ingin membaca buku yang sudah kita baca :D

      BalasHapus
      Balasan
      1. iya, mbak. pokoknya sebarin selalu virus baca buku

        Hapus
    8. Betul banget, senang sekali kalau pembaca meluangkan waktu untuk nenuli review tentang bukuku dan membaginya di blog atau medsos, bahagiaaa...

      BalasHapus
      Balasan
      1. iya, bahagia banget kalau bisa selalu menyebarkan virus baca dan review buku

        Hapus
    9. Aku setuju sama semua poinnya terutama bagian beli buku asli. Itu apresiasi yang paling sulit untuk beberapa orang, padahal dengan beli buku asli itu menghargai semua orang yg terlibat dalam proses pembuatan buku. Lagian ngga enak juga baca versi bajakan :(((

      BalasHapus
      Balasan
      1. hahahaha, iya. versi bajakan memang sering bikin sakit mata waktu bacanya

        Hapus
    10. Aku paling bete kalo minjemin buku ke orang trs si peminjam sembarangan. Ntar balik halaman pada ketekuk2 atau bahkan bukj jd kucel atau ada yg sobek. Udah deh ga bamalan kupinjemin lagi

      BalasHapus
      Balasan
      1. mau marah, kok ya gimana. tapi kalau enggak marah, ya ... bukunya jadi rusak. minta ganti aja sih, kalau enggak jangan pernah dipinjemin lagi, hahahaha

        Hapus
    11. Jaman kuliah susah bgt beli buku asli. Karena buku asli susah dicari atau harganya mahal sekali... Jadi merasa bersalah klo inget 🙁🙁🙁

      BalasHapus
      Balasan
      1. jaman kuliah, serba salah sih. buku asli susah didapat, belum lagi mahal. mau enggak mau, bersahabat sama mamang fotocopy-an. duh, semoga ilmunya masih berkah ya, amiiiin. aku gini juga soalnya

        Hapus
    12. Betul banget nih.. aku jg suka share cuplikan buku di story aku dan perubahan dalam diriku setelah membaca buku. Jadi orang bs tahu bagusnya buku yg kubaca

      BalasHapus
      Balasan
      1. nah iya, nih. kadang ada hal-hal tak terduga dari buku yang bisa mengubah seseorang. jangan lupa beri tahu penulisnya, dia pasti seneng banget

        Hapus

    Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

    Note :

    Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

    Diberdayakan oleh Blogger.